Belakangan dunia seolah diteror oleh virus Zika, begitupun di tanah air. Pada sebuah opini di harian nasional menyebutkan awal tahun 2016, Eijkman dan CDC Amerika Serikat melaporkan adanya virus zika di antara penderita yang diduga Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2015 di Jambi. Virus ini disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Beberapa artikel menyebutkan bahwa penyakit ini juga dinamakan dengan Zika (Zika disease) atau demam Zika (Zika fever). Gejala awal manusia yang terinfeksi virus ini dengan ciri-ciri berdasarkan waktu dan daerah, antara lain seperti berikut.
- Demam, akan tetapi tidak terlalu tinggi dan cenderung naik turun.
- Nyeri pada pergelangan atau sendi serta otot, sakit kepala, dan gejala lain serupa demam berdarah
- Muncul beberapa bintil-bintil merah pada kulit (ruam) yang biasanya melebar dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol.
- Terkadang juga terdapat bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan.
- Mata kemerahan atau keluhan infeksi mata. Kadang warna mata sangat kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.
Penularan virus ini bisa saja melalui tranfusi darah atau hubungan seksual. Tak hanya itu, pada artikel alodokter.com menyebutkan virus ini dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya baik pada saat persalinan maupun saat menyusui sehingga bagian saraf bayi akan mengalami gangguan dan pertumbuhan otak (microchepaly). Pengobatan untuk virus ini pun belum ditemukan, sehinga hal yang dapat dilakukan ialah pencegahan.
Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu 3M Plus dan waspada terhadap gigitan nyamuk sebagaimana mewaspadai pada demam berdarah, chikungunya, dan arbovirus lainnya. 3M Plus tersebut seperti: Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, Menggunakan kelambu saat tidur, Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, Menanam tanaman pengusir nyamuk, Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
Pada sebuah tulisan juga disebutkan bahwa ada penelitian terhadap kemampuan teh dalam menangkal virus Zika telah dilakukan oleh tim peneliti Brasil yang dilaporkan pada Virology 496 (2016). Ternyata Epigallocathechin gallate(EFCG) dapat menghambat virus Zika masuk ke dalam sel. Penelitian yang mirip pernah dilakukan di AIRC-Unair bahwa teh putih yang kandungan EFCG lebih tinggi dari jenis teh lain mampu mencegah infeksi flu burung, virus RNA, dan arbovirus.
Demikianlah sedikit pengenalan tentang virus Zika. Yang jelas, virus Zika menarik perhatian dunia, sehingga dunia dapat dikatakan darurat Zika. Hal yang bisa kita lakukan yaitu mengenal dan tetap mewaspadai virus yang membahayakan ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Nite (Diolah dari berbagai sumber)
from virus zika - Google News http://ift.tt/2dNaOyk
EmoticonEmoticon