Virus Zika dapat mengobati kanker otak - BeritagarID (Siaran Pers)

1:18:00 AM
Ilustrasi
Ilustrasi © Sergey Nivens /Shutterstock

Virus zika yang beberapa tahun lalu sempat meresahkan masyarakat karena dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi yang baru lahir ternyata dapat mengobati kanker otak pada orang dewasa.

Virus zika, yang disebarkan oleh nyamuk Aedes ini, diketahui menyerang dan membunuh sel punca otak bayi yang sedang berkembang. Ini menyebabkan bayi mengalami cacat lahir yang parah, berupa microcephaly atau ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran kepala bayi normal.

Namun, sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam The Journal of Experimental Medicine pada Selasa (5/9) lalu menunjukkan bahwa virus zika dapat digunakan untuk pengobatan kanker otak glioblastoma.

Ada beberapa jenis kanker otak, dan glioblastoma merupakan jenis kanker otak yang umum terjadi pada orang dewasa sekaligus salah satu yang tersulit ditangani karena tingkat agresivitasnya yang tinggi. Kanker ini juga yang menimpa Senator Amerika Serikat, John McCain.

Dikutip dari BBC, kanker jenis ini cepat tumbuh dan menyebar melalui otak, sehingga sulit untuk diamati di mana tumor ini berakhir dan di mana jaringan yang sehat berawal. Bahkan, sel-sel kanker glioblastoma biasanya akan muncul lagi setelah pasien menjalani kemoterapi, radioterapi maupun tindakan pembedahan.

Para peneliti dari University of California, Washington University School of Medicine, Cleveland Clinic, dan University of Texas telah melakukan serangkaian percobaan untuk mematikan sel induk glioblastoma dengan menggunakan virus zika.

Kompas.com melaporkan, percobaan pertama dilakukan dengan sumbangan sampel jaringan otak manusia di piring laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa virus zika memang menargetkan dan membunuh sel punca glioblastoma, tanpa banyak memengaruhi sel otak yang normal.

Sementara, percobaan kedua menggunakan tikus percobaan dengan glioblastoma. Sebagian tikus diberi suntikan strain zika pada bagian tumor, sementara sebagian lagi tidak.

Ternyata tikus yang tidak mendapat suntikan virus zika akan mati dalam waktu satu bulan, sementara tumor pada otak tikus yang mendapatkan suntikan zika mengecil dalam waktu dua minggu, dan tikus dapat bertahan hidup sampai lebih dari dua bulan.

"Kami menemukan bahwa virus zika dapat membunuh jenis sel glioblastoma yang cenderung kebal terhadap terapi kanker saat ini dan menyebabkan kematian," kata Michael S. Diamond, MD, PhD, seorang profesor kedokteran di Washington University School of Medicine dan penulis senior penelitian tersebut, dinukil Science Daily.

"Seperti ada titik terang untuk virus zika," tambah Dr. Michael Diamond. "Virus yang menargetkan dan merusak sel-sel penting untuk pertumbuhan otak pada bayi, dapat kita gunakan untuk menargetkan dan menghancurkan tumor yang sedang tumbuh."

Sementara Dr. Milan G Chheda, salah seorang penulis dalam penelitian tersebut dan juga asisten profesor kedokteran dan neurologi di Washington University School of Medicine mengatakan pada Health Line bahwa, "Kami melihat virus zika yang dikombinasikan dengan pengobatan sekarang, dapat digunakan untuk membasmi seluruh tumor".

Masih banyak penelitian yang dibutuhkan untuk membuktikan bahwa terapi ini aman dan efektif pada manusia. Para peneliti sedang berencana untuk memodifikasi virus zika secara genetis sehingga virus ini menjadi lemah dan tidak diharapkan dapat menyebabkan penyakit.

Dalam pengujian awal yang melemahkan strain zika, ternyata virus ini masih mampu menargetkan dan membunuh sel induk glioblastoma di atas piring laboratorium.

Kekhawatiran tentang keamanan terapi zika ini perlu ditangani dengan penelitian lebih lanjut pada hewan sebelum terapi ini diujicobakan pada manusia.

Pada akhirnya, peneliti berharap terapi virus zika dapat digunakan bersamaan dengan terapi kanker otak yang sudah ada untuk mengobati glioblastoma, demikian ungkap dokter Chheda dalam situs UC San Diego Health.



from virus zika - Google News http://ift.tt/2y0sY9c

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »