Ilmuwan Temukan Misteri Penyebab Kematian Massal Bangsa Aztec - Global Liputan6.com

4:41:00 PM

Liputan6.com, Mexico City - Dalam wabah penyakit yang menyerang bangsa Aztec di Meksiko pada 1545 silam, muncul gejala demam tinggi yang disertai sakit kepala, serta keluarnya darah dari mata, hidung, dan mulut. Kurang dari seminggu setelahnya, satu per satu warga yang terserang wabah penyakit itu pun meninggal.

Dalam jangka waktu lima tahun sebanyak 15 juta orang, atau sekitar 80 persen dari total populasi bangsa Aztec kala itu, meninggal akibat penyakit endemik yang disebut 'cocoliztli' dalam bahasa lokal.

Sebutan cocoliztli sendiri bermakna wabah dalam bahasa Aztec aksen Nahuatl. Namun, penyebab wabah tersebut tidak juga ditemukan hingga era modern.

Dilansir dari laman The Guardian, Senin (15/1/2018), beberapa ilmuwan menyebut penyakit cacar, campak, gandongan, dan influenza sebagai 'terduga' kuat penyebab wabah cocoliiztli. Dugaan tersebut berasal dari temuan indikasi semacam tanda penyakit typhus pada contoh DNA di gigi jasad yang telah lama meninggal.

Pada periode tahun 1545 hingga 1550, cocoliztli merupakan salah satu wabah epidemik yang menyerang kawasan Meksiko pasca-kedatangan bangsa Eropa.

"Dalam catatan sejarah, cocolitzli adalah peringkat kedua dari tiga wabah penyakit paling mematikan yang menyebabkan kematian dalam jumlah sangat besar," jelas Ashild Vagene dari Universitas Tuebingen di Jerman.

"Penyebab epidemik ini telah menjadi perdebatan selama beradab-abad oleh para sejarawan, dan kini dimungkinkan untuk mencari tahu langsung dari bukti yang diambil dari DNA pada jasad-jasad kuno," lanjut Vagene.



from Gerhana Matahari Cincin - Google News http://ift.tt/2DpyM1G

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »