September berakhir ceria untuk Harry Kane - BeritagarID (Siaran Pers)

2:46:00 PM
Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, tengah panas sepanjang September.
Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, tengah panas sepanjang September. © Katia Christodoulou /EPA-EFE

Mesin gol Tottenham Hotspur dan tim nasional Inggris, Harry Kane, tengah panas. Setelah sempat macet pada Agustus, sepanjang September 2017 sang striker total menjaringkan 13 gol ke gawang lawan--11 untuk Spurs dan 2 untuk Inggris.

Terbaru, Kane mencetak dua gol ke gawang Huddersfield Town untuk membawa Spurs menang 4-0 pada pertandingan Liga Primer Inggris di kandang lawan, Stadion John Smith, Sabtu (30/9/2017). Dua gol lain tim tamu dicetak Ben Davies dan Moussa Sissoko.

Kemenangan itu membawa pasukan Mauricio Pochettino naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan 14 poin dari 7 pertandingan. Uniknya, Tottenham selalu menang dalam empat laga tandang, namun belum pernah menang di kandang (2 imbang, 1 kalah).

Kembali ke Kane, dua gol tambahan itu membuatnya total telah mencetak 6 gol di Liga Primer Inggris--sama seperti Sergio Aguero (Manchester City) dan Alvaro Morata (Chelsea)--, tertinggal satu gol saja dari pemimpin daftar pencetak gol terbanyak Romelu Lukaku (Manchester United).

Selain itu, striker berusia 24 tahun itu juga mencatatkan beberapa rekor lain.

Pertama, 13 gol dalam satu bulan membuat nama Kane sejajar dengan dua megabintang sepak bola, Cristiano Ronaldo (Oktober 2010) dan Lionel Messi (Maret 2012).

Kemudian, ia juga menyamai jumlah total gol Ronaldo di Liga Primer. Ketika masih membela Manchester United, Ronaldo mencetak total 84 gol dalam 196 pertandingan (6 musim). Kini Kane juga telah mengoleksi jumlah gol yang sama, 84, namun dicapainya hanya dalam 123 pertandingan (4 musim).

Gol ke gawang Huddersfield juga membuat Kane bisa menjebol nyaris semua tim yang pernah dihadapinya di Liga Primer Inggris. Satu-satunya tim yang gawangnya belum pernah dijebol Kane di Liga Primer adalah Cardiff City pada musim 2013-14. Cardiff kini bermain di Championship.

Ia juga telah mencetak 36 gol dalam seluruh pertandingan Spurs di semua kompetisi--27 di Liga Primer--sejak Januari 2017. Rekor total gol pada satu tahun kalender di Liga Primer saat ini masih dipegang Alan Shearer dengan 36 gol.

Musim lalu, Kane memimpin daftar pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris dengan 25 gol.

Rentetan prestasi tersebut membuat pelatih Pochettino kehilangan kata-kata.

"Sulit untuk berbicara mengenai Harry Kane setiap tiga hari dan menemukan kata-kata untuk menggambarkannya," kata sang pelatih usai laga melawan Huddersfield.

"Ia hebat di depan gawang. Lalu, saat kami kehilangan bola, ia menjadi yang pertama berlari untuk merebutnya. Ia adalah contoh yang baik untuk sepak bola. Begitu rendah hati. Sungguh beruntung kami memiliki pemain seperti dia."

Pochettino bahkan menyatakan saat ini Kane sudah bisa disebut pada level yang sama dengan Ronaldo.

"Cristiano Ronaldo fantastis, salah satu yang terbaik. Tapi Harry juga salah satu yang terbaik, bahkan mungkin lebih baik karena ia lebih muda," kata pelatih asal Argentina itu kepada GiveMeSport (30/9).

"Semua striker yang sampai di level ini punya sesuatu yang istimewa. Mereka pembunuh. Harry punya kemampuan istimewa itu."

Target Kane berikutnya adalah melampaui, atau setidaknya menyamai, rekor gol pemain Tottenham yang saat ini masih dipegang sang legenda Jimmy Greaves (266 gol). Saat ini Kane total telah mendulang 110 gol (termasuk 84 gol Liga Primer) untuk The Lilywhites.

Usia muda dan skillnya membuat banyak pengamat tak ragu jika Kane berpotensi besar melampaui, atau setidaknya menyamai, rekor Greaves itu.

Pertanyaannya, jika ia konsisten mempertontonkan ketajaman tersebut, apakah ia bakal bertahan di Tottenham? Cukup besarkah Spurs untuk bisa menampung ego seorang calon bintang besar?

Memang, akan terasa luar biasa jika seorang pemain bisa ikut membangun klubnya dari nol menjadi sebuah klub besar--terakhir kali Spurs menjuarai liga teratas Inggris pada musim 1960-61.

Namun, jika pemain itu tak mendapat dukungan untuk bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi, biasanya ia bakal melirik klub kaya berambisi tinggi yang mengincarnya.

Apalagi pemilik Spurs punya kebiasaan menjual pemain berbakat saat ia mulai memasuki masa keemasannya. Ingat Luka Modric dan Gareth Bale?

Kontrak Kane di Tottenham baru diperbarui pada Desember 2016 dan berlaku hingga 2022. Gajinya, dikabarkan BBC, sedikit di atas 100.000 poundsterling (Rp1,8 miliar) per pekan--masih jauh di bawah Ronaldo (424.000 pound), apalagi Messi (500.000 pound).

Bulan ini juga sudah beredar kabar bahwa Real Madrid, Barcelona, hingga Manchester United, mulai berlomba untuk mendapatkan tanda tangan Harry Kane. Madrid dan Barcelona butuh striker muda, sementara United tampaknya butuh jagoan lokal.

Semua menantikan apakah Kane dan Tottenham berani menolak tawaran-tawaran itu, yang bisa dipastikan berangka besar, jika kelak benar datang.

Mantan pelatih Spurs, Tim Sherwood, dalam acara The Debate di Sky Sports, menyatakan satu-satunya yang bisa menahan Kane adalah jika mereka setidaknya menjuarai sesuatu.

"Sesuatu itu mungkin bukan Carabao Cup (Piala Liga, red.), sepertinya haruslah juara liga atau Piala FA," ujar Sherwood.



from september ceria - Google News http://ift.tt/2yg0j3l

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »