Hadapi Zika, Thailand Periksa Intensif Ibu Hamil - BeritaSatu

4:30:00 PM

Bangkok - Otoritas Thailand sedang mempertimbangkan untuk memeriksa secara intensif semua wanita hamil dari kemungkinan infeksi virus Zika. Pernyataan itu dilontarkan Kementerian Kesehatan Thailand, pada Senin (3/10), menyusul konfirmasi kasus pertama mikrosefalus terkait dengan virus Zika.

Dua kasus mikrosefalus yang dikonfirmasi Thailand adalah kasus yang pertama di Asia Tenggara terkait dengan nyamuk Zika. Infeksi virus Zika memang telah menyebar di wilayah Asia Tenggara setelah wabah di Amerika.

“Menteri kesehatan telah meminta kami untuk mempelajari apakah pemeriksaan ini diperlukan dan hemat biaya,” kata Menteri Tetap Kementerian Kesehatan Sophon Mekthon merujuk pada tes gratis untuk semua wanita hamil.

Menurut Sophon, biaya pemeriksaan Zika membutuhkan sekitar 2.000 baht (US$ 58) tapi pemeriksaan berulang justru sering dibutuhkan. “Saat ini, kami memeriksa wanita hamil di daerah Zika terkena dampak saja, tidak semua wanita hamil. Sejauh ini, kami telah menguji sekitar 1.000 wanita hamil,” katanya.

Infeksi Zika pada wanita hamil telah terbukti menyebabkan mikrosefalus yakni cacat lahir parah yang berdampak pada ukuran kepala dan otak serta kelainan otak lainnya. Hubungan antara Zika dan mikrosefalus pertama kali muncul pada tahun lalu di Brszil, yang sejak dikonfirmasi ditemukan lebih dari 1.800 kasus mikrosefalus.

Thailand telah mengkonfirmasi 392 kasus Zika sejak Januari 2016, termasuk 39 wanita hamil, dan Singapura telah mencatat 393 kasus Zika, termasuk 16 wanita hamil. Pemerintah Singapura telah menyatakan pemeriksaan Zika gratis untuk wanita hamil dengan gejala infeksi virus Zika atau dengan pasangan pria yang positif Zika. Wanita hamil tanpa gejala Zika juga mendapatkan pemeriksaan bersubsidi.

Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (CDC) Amerika Serikat bahkan menyatakan warga AS harus mempertimbangkan menunda perjalanan ke Brunei, Myanmar, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Maladewa, Filipina, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menyerukan Myanmar untuk mengambil langkah-langkah yang lebih serius terhadap virus Zika, terutama karena Thailand menegaskan selama akhir pekan dua kasus mikrosefalus terkait Zika.
Meskipun belum ada kasus Zika dilaporkan, pengumuman CDC AS menyatakan ada variasi baru dalam jumlah kasus Zika yang dilaporkan di daerah dan bahwa risiko ketidakpastian di Myanmar.

Suara Pembaruan

Unggul Wirawan/JAI

Suara Pembaruan



from virus zika - Google News http://ift.tt/2dERNfY

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »